Sebelum membaca artikel mohon untuk KLIK tombol IKUTI dan dapatkan informasi terbaru tentang sepak bola di dalam negeri maupun luar negeri.
Bola.com

Efek bola salju kasus pengaturan skor di pentas kompetisi sepak bola Tanah Air mulai menggelinding. Klub kontestan Liga 3 2018, PS Ngada NTT buka suara soal ajakan melakukan match fixing.

Dua nama beken Joko Driyono (Wakil Ketua Umum PSSI) dan Andi Darussalam Tabussala (mantan pengurus PSSI) ikut disebut-sebut dalam aktivitas yang mengkhianati semangat fair play yang didengungkan FIFA.

Awal mula BS adalah pelaku match fixing namun sudah bertobat dan sekarang sedang membantu pihak kepolisian dalam memburu para pelaku pengaturan skor.

Seperti dilansir bola.com (06/01/2018) Menurut penuturan Marselinus Gabhe yang mengutip rekaman percakapan itu, uang tersebut akan disetor kepada ADS dan beberapa petinggi PSSI yang disebut-sebut bisa membantu melancarkan rencana jahat itu.

"Uang itu nanti saya yang setor ke ADS dan Jokdri," ucap Marselinus menirukan ucapan BS dalam rekaman tersebut.

Marselinus Gabhe pun minta penjelasan siapa ADS dan Jokdri yang dimaksud BS. "Ternyata BS menjelaskan ADS itu Andi Darussalam dan Jokdri adalah Joko Driyono," tutur Marselinus Gabhe.

Disisi lain direktur persib juga menuding terjadi pengaturan skor saat Teddy Tjahyono menuding adanya skenario di kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak musim ini. Lewat akun Twitter pribadinya, Teddy menyatakan rasa penasarannya.

Ketika dicoba konfirmasi mengenai tudingan tersebut, PSSI ogah berpolemik. Wakil Ketua Umum, Joko Driyono tidak ingin menjawab soal tudingan dari Direktur Persib tersebut.

Tudingan Teddy atas adanya skenario di Liga 1 ini cukup beralasan. Di saat timnya berada di puncak klasemen sementara Liga 1, Persib mendapat hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI atas kasus kematian supporter Persija

Bagaimana pendapat anda?

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News