Juara juara Liga Indonesia | https://newshub.jatimtimes.com/public/media/images/1544431167-champion.jpg

Liga Indonesia - Nampaknya karena kasus mafia bola di Indonesia yang diangkat ke publik membuat salah satu tim juara di Liga Indonesia kawatir.

Mereka adalah PSS Sleman juara Liga 2 tersebut memang sering disebut dalam dugaan pengaturan skor. Bahkan 1 anggota Exco, Hidayat sudah dihukum Komdis karena terbukti mencoba atur skor PSS Sleman vs Madura FC.

Bahkan Hidayat terang terangan disuruh pihak PSS Sleman untuk negosiasi dengan Madura FC, Bahkan COO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy, mengatakan jika ada yang terbukti bersalah dalam pertandingan PSS melawan Madura FC, bisa saja Komdis PSSI melakukan sidang.

Dan hukuman terburuk bisa saja dialami PSS, yakni gelar juara Liga 2 2018 dan jatah promosi ke Liga 1 dianulir. Hal tersebut berkaca ketika PSMP terbukti bersalah dan atur skor yang dihukum dilarang berkiprah di Liga 2 selama satu tahun.

PSS Sleman | https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/FckP7XkYDlits89EskQY9z6P2dA=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2516417/original/027921300_1544068204-20181204IQ_PSS_Sleman_Vs_Semen_Padang_27.JPG

Tanggapi kemungkinan batal promosi karena kasus ini, CEO PT Putra Sleman Sembada (PSS), Soekeno siapkan langkah tegas yaitu langkah hukum.

"Kalau sampai batal promosi, kami akan mempertimbangkan untuk dilanjutkan ke ranah hukum. Persiapan kami menghadapi kompetisi musim kemarin cukup panjang, supaya PSS punya tim yang andal," ujar Soekeno, melansir dari Bola.com (06/01/2019).

Soal tuduhan pengaturan skor, pihaknya sebut materi pemain mahal PSS Sleman sudah cukup buat juara dan tak mungkin beli tim lain.

"Tidak terpikir untuk memainkan skor. Kenyataannya tim kami adalah yang termahal di Liga 2 musim lalu, jadi kenapa harus mengatur skor?" tutupnya.

Bagaimana pendapat kalian ?


This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News