Referensi pihak ketiga

Pendaftaran capres dan cawapres baru saja usai, banyak kejutan yang saling terjadi antara kedua belah pihak, baik Prabowo maupun Jokowi. Kejutan itu adalah pemilihan wapres dimulai dari Jokowi yang diluar dugaan memilih ketu MUI K.H Ma'ruf Amin, padahal sudah beredar bahwa wapresnya adalah Prof Mahfud MD yang sudah mengukur baju untuk mendaftar ke KPU. Begitu juga Prabowo secara mengejutkan memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya diliar dari pilihan hasil ijtima ulama. Namun semua itu sudah masuk dalam jebakan prabowo, kok bisa?

Referensi pihak ketiga:indeks.kompas.com

Beredar kabar bahwa pencalonan UAS dan Ust Segaf adalah pancingan belaka kepada Jokowi, agar Jokowi Memilih wapres dari kalangan yang sama seperti UAS dan Ust Segaf untuk menarik suara umat muslim yang merupakan mayoritas penduduk indonesia. Maka pilihan yang tepat adalah memili ketua MUI sebagai wapres Jokowi.

Referensi pihak ketiga:batamnews.com

Pasalnya PDIP dan partai koalisi nya menentang agar agama dan ulama tidak diikutan dalam politik serta mereka tidak butuh suara umat muslim. Namun seperti senjata makan tuan Jokowi malah memilih wapresnya yang berlatar belakang ulama, apakah ini startegi politik sang jendral?

Referensi pihak ketiga: politik. Rmol. Co

Tidak hanya disitu strategi cerdas sang jendral untuk memilih wapres diluar dari hasil ijtima ulama adalah untuk kepentingan agar tidak mengadu domba ulama, bayangkan saja jika Prabwo memilih UAS atau ustd Jufri dan mereka harus berdebat dengan ketua MUI K.H Ma'ruf Amin.


Sumber :rakyatsulsel.com/jebakan-batman-dari-sang-jenderal.html

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News