Pencarian sonar untuk kapal penerbangan MH370 malah menemukan bangkai dua kapal yang hilang pada tahun 1800-an. Tidak ada yang mengetahui apa persisnya yang terjadi pada Malaysia Airlines Flight 370 setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur pada tanggal 8 Maret 2014? Kasus hilangnya pesawat ini masih tetap menjadi salah satu misteri yang paling abadi dalam sejarah penerbangan.

Tim kapal pencari (Referensi pihak ketiga)


Sementara pencarian sonar yang ekstensif di Samudera Hindia dalam beberapa tahun terakhir telah gagal menemukan bukti dari pesawat yang terkutuk itu, mereka justru berhasil memecahkan misteri yang sangat berbeda, yaitu dua kapal layar yang hilang di wilayah itu sekitar 140 tahun yang lalu.

Dua bangkai kapal telah ditemukan 22 mil terpisah sekitar jarak 1.440 mil barat daya Australia.

Hasil sonar menunjukkan adanya bangkai kapal diduga dari kapal 140 tahun yang lalu (Referensi pihak ketiga)


Kapal pertama diduga adalah W Gordon, yang menghilang pada tahun 1877 ketika dalam perjalanan dari Skotlandia ke Australia, atau Magdala, yang berlayar dari Wales ke Indonesia pada tahun 1882.

Kapal kedua, West Ridge, hilang pada tahun 1883 ketika berlayar dari Inggris ke India.

"Sebagian besar material yang tersebar luas di dasar laut terdiri dari sisa-sisa muatan batubara yang tumpah keluar semua sebelum akhirnya terkapar di dasar laut," kata arkeolog maritim Dr Ross Anderson.

Pencarian MH370 masih terus dilakukan (Referensi pihak ketiga)


"Bukti menunjukkan kapal tenggelam karena peristiwa bencana seperti ledakan, yang biasa terjadi dalam pengangkutan kargo batu bara."

Hilangnya Penerbangan MH370 memang telah memicu operasi pencarian internasional. Namun, hingga saat ini masih belum ditemukan.


Sumber berita: www.independent.co.uk/news/world/australasia/mh370-flight-search-latest-missing-ships-found-malaysia-airlines-investigation-indian-ocean-a8334916.html

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News