Referensi pihak ketiga

Liga Indonesia - Sepakbola Indonesia diterpah masalah pengaturan skor yang semakin ramai dan panas diperbincangkan.

Seakan tak puas dengan kinerja PSSI dalam memberantas pengaturan skor, kepolisian pun ikut bergerak dengan membentuk Satgas Anti Mafia Bola untuk bantu berantas mafia di Indonesia.

Terbukti beberapa orang sudah diamankan karena ikut dalam kejahatan tersebut, bahkan diantaranya merupakan petinggi PSSI yang diamankan.

Ada kabar mengejutkan ketika Wakil Ketua Umum Satgas Anti Mafia Bola, Brigjen Krishna Mukti, mengunggah ada klub juara yang diatur. Unggahan tersebut sempat jadi sorotan sebelum diedit dan kata juara dihapus. Dan ada kemungkinan dalam unggahan tersebut antara Persija atau PSS Sleman yang juara Liga 1 dan Liga 2.

Persija juara Liga 1 | http://disk.mediaindonesia.com/thumbs/1200x-/news/2018/12/ea2aaad6623d64db1a4afc2a06a02a55.jpg
PSS Sleman juara Liga 2 | https://statik.tempo.co/data/2018/12/04/id_801572/801572_720.jpg

Publik pun menduga ada permainan di status juara antara Persija dan PSS Sleman, namun CEO PT LIB, Risha Adi Wijaya enggan komentari panasnya polemik di media sosialnya menurutnya Persija dan PSS Sleman sudah sah juara.

Risha Adi Wijaya | https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/03/29/61541-risha-adi-widjaya.jpg
“Kami tidak mau mengomentari apa yang terjadi di akun sosial media. Kami melihatnya kompetisi sudah selesai, juaranya Persija dan juga PSS Sleman, itu diakui secara ada kompetisinya,” kata Risha Adi Wijaya, melansir dari BolaSport.com (04/01/2019).

Saat ditanya kemungkinan cabut gelar dua tim tersebut, Risha enggan berkomentar dan serahkan semua ke penyidik.

“Kami tidak bicara cabut mencabut tapi penyidik punya hak untuk menanyakan. Apapun hasilnya kita tunggu saja,” tutupnya.

Bagaimana pendapat kalian ?

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News