Kolase Presiden Jokowi dan Habib Bahar bin Smith

Habib Bahar bin Smith kembali menjadi pusat perhatian. Lantang mengatakan Presiden Joko Widodo ingkar janji. Kini, menebar puja-puji untuk Jokowi.

Habib berambut pirang ini dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) terhadap kepala negara dalam video ceramahnya. Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri telah mengagendakan kembali pemeriksaan terhadap Habib Muhammad Bahar bin Smith pada Kamis, 6 Desember 2018, sebagai saksi.

Tidak hanya itu, kepolisian juga sudah meminta pihak imigrasi mencegah habib muda untuk berpergian ke luar negeri. Tidak ada pilihan bagi habib bahar selain menghadapi proses hukum yang tengah berjalan.

Di tengah posisinya yang makin terpojok, habib berambut gondrong ini membuat heboh dengan memberikan puja-puji kepada Jokowi. Dilansir Okezone, Selasa (4/12/2018), Habib Bahar memberikan apresiasi terhadap proyek infrastruktur di berbagai daerah yang dilakukan pemerintah. Kedua, pujian karena Jokowi telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Pernyataan Bahar bin Smith ini bertolak belakang 180 derajat dengan sebelumnya. Ketika aksi Reuni 212, dengan lantang menyatakan memilih membusuk di penjara ketimbang harus meminta maaf kepada Jokowi.

Meski demikian, sebanyak apapun pujian Bahar bin Smith kepada Jokowi tidak akan menghentikan proses hukum yang tengah berjalan. Habib Bahar bin Smith harus siap menerima sanksi hukum yang mungkin diterimanya.

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News