Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria akhirnya kembali menghadiri panggilan kedua dari Bareskrim Polri di Gedung Ombudsman RI pada Jumat, (04/01/19).

Referensi pihak ketiga

Hal ini dilakukan pihak kepolisian dalam upaya penyelesaian kasus pengaturan skor yang terjadi disepak bola tanah air.

Adapun dalam pemeriksaan tersebut Tisha ditemani oleh dua kuasa hukumnya diperiksa selama kurang lebih 6 jam, yakni dari pukul 09.30 sampai 15.15 WIB.

"Hari ini penyelidikan atau pemeriksaannya mengenai mekanisme keorganisasian atau Standard Operating Procedure (SOP) PSSI seperti apa," beber Tisha.

Lebih lanjut Perempuan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini hanya melanjutkan 17 pertanyaan yang belum terjawab dari total 40 pertanyaan yang diajukan. Dalam proses pemeriksaan kali ini, Tisha mengaku tidak ada pemberian data atau bukti baru apapun dari PSSI.

Dikutip dari Bola.com.Sabtu(5/1/2019) "Posisinya ini seperti kerja sama antara PSSI dan Polri untuk mengetahui lebih lanjut tentang mekanisme organisasi PSSI itu seperti apa,"

"Tentu, Kami (PSSI) sangat menghargai itu dan berterimakasih kepada Polri ya," lanjutnya

Bahkan tanpa basa basi Tisha kembali mengaku bahwa PSSI tidak bisa sendirian untuk memerangi kasus pengaturan skor ini. Apalagi dari kasus ini, ada keterlibatan pihak-pihak yang tidak berasal dari football family.

Referensi pihak ketiga

"Ada area-area yang Kami (PSSI) tidak bisa jangkau, dan inilah area yang di support oleh Polri," kata Tisha.

"Saya pikir ini niat baik dan sinergitas yang sangat positif dari hasil yang didapat hari ini," jelasnya.

Lantas bagaimana tanggapan sobat ucer dengan komentar Ratu Tisha diatas? Puaskah sobat ucer dengan penjelasan tersebut? Mari berikan pendapat dan komentar kalian.


This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News