Referensi pihak ketiga

Sahabat SP - Dalam kehidupan sebuah rumah tangga, kadang tak sedikit orang yang menikah bukan dilandasi dengan cinta melainkan hanya mengincar harta pasangannya. Apalagi terjadi perbedaan yang jauh dari sisi usia, status ekonomi kedua pasangan, akan rentan menyebabkan ocehan orang lain. Seperti kisah berikut.

Alkisah. Pria ini (sebut saja namanya Kato) dikenal sebagai seorang komedian kawakan. Ia menikah dengan Aya, wanita cantik yang berbeda 46 tahun dengannya.

Dunia luar pun menyimpulkan bahwa Aya menikah dengan Kato hanya demi hartanya. Kato pun berencana menguji sang istri untuk membuktikan benar tidaknya anggapan orang terhadap sang istri.

Hingga suatu ketika, saat mereka sedang makan, Kato berpura-pura menerima telepon dan keluar dari ruangan. Tak lama kemudian dia kembali dengan wajah muram untuk memancing pertanyaan Ayana.

Kato lalu berkata dengan terbata-bata kepada sang istri kalau ia memiliki utang sebesar 20 miliar rupiah. Mendengar itu, raut wajah istrinya itu sontak berubah sambil berseru “Ha!”.

Untuk membuat sandiwara itu terasa asli, Kato pun mengeluarkan surat bukti peminjaman uang dan jaminan yang membuat Ayana tahu masalah ini bukan masalah yang mudah.

Referensi pihak ketiga

Setelah Kato mengeluarkan bukti bermaterai, Ayana yang awalnya ragu akhirnya percaya, dan merasakan masalah itu sangat serius, keduanya terdiam cukup lama dalam keheningan.

Setelah terdiam agak lama, di luar dugaan Ayana pun berkata, “Ya sudahlah, semuanya sudah terjadi. Lebih baik kita pikirkan solusinya, rumah yang kita miliki itu apakah sudah lunas kreditnya? Kalau sudah di jual saja! Tidak apa-apa belum punya tempat tinggal, semua bisa di mulai dari awal lagi, bagaimana pun juga kita masih bisa hidup meski tanpa rumah," katanya.

Tapi Kato mengatakan bahwa ia ingin mewariskan rumah itu untuk Ayana setelah ia tiada, jadi Kato tak ingin menjual rumahnya. Namun, Ayana justru mengatakan tidak perlu khawatir, dia sendiri bisa hidup, dan tidak perlu Kato meninggalkan warisan apa pun untuknya.

Kato diam membisu setelah mendengar perkataan Ayana, istrinya.

“Sampai detik ini, kamu sangat baik pada saya, dan ini juga sudah cukup bagiku,” tutur Ayana lagi.

Wajah Ayana sangat menunjukkan ketegaran dan kedewasaan meski sebenarnya hatinya hancur dan ingin sekali meneteskan air mata.

Kato kembali melanjutkan sandiwaranya dengan mengajukan cerai agar tidak menyulitkan Ayana. Hal ini sengaja dilakukan Kato untuk menguji kesetiaan dan ketulusan istrinya.

Tapi siapa sangka, Ayana menolak perceraian yang diusulkan sang suami. Ia mengatakan bersedia menghadapi masa-masa sulit bersama Kato, suaminya. Ayana juga mengatakan bahwa setiap perbuatan baik Kato sudah cukup baik untuk menyenangkan hidupnya.

Ternyata jawaban Ayana tersebut meyakinkan Kato kalau ia tidak salah memilih seorang istri. Bahkan ia yang semula ingin menguji Ayana terbalik menjadi sangat terharu melihat kebaikan dan ketulusan istrinya.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber: jabar.tribunnews.com

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News