Referensi pihak ketiga

Rebecca Soejati Reijman. Ya, tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan artis yang satu ini. Meskipun ia merupakan seorang wanita kelahiran di Den Haag, Belanda, 21 Februari 1985. Namun saat ia memilih mendatangi Indonesia adalah pilihan tepat. Karena justru ia malah sukses menjadi artis yang terkenal.

Saat datang ke Indonesia, tidak hanya membuat dirinya menjadi artis, hal itu juga mengubah prinsip hidup selama dirinya tinggal di Belanda, salah satunya adalah seolah keyakinan. Ya, karena setelah tinggal di Indonesia, Rebecca memutuskan masuk Islam.

Referensi pihak ketiga

Seperti yang pernah dimuat dihalaman sumsel.tribunnews.com (2017/11/01). Sebelum masuk Islam, ternyata Rebecca Soejati Reijman adalah seseorang yang tidak percaya adanya Tuhan, atau yang biasa disebut dengan Atheis. Lalu bagaimana ceritanya hingga dirinya memutuskan masuk Islam?

Ternyata keputusan tersebut diambil setelah Rebecca mendengar Ayat Alquran yang dilantunkan oleh seseorang ketika dirinya menghadiri pengajian seorang sahabat yang meninggal dunia. Saat mendengar Ayat Alquran tersebut, Rebecca merasa jiwanya tidak kosong, seolah ada kekuatan yang mengisi tubuhnya.

Referensi pihak ketiga

"Dengar tahlilan, wow saya merasa tidak kosong lagi. Saya merasa ada yang di samping saya dan memberi kekuatan,” cerita Rebecca, masih mengutip dari sumsel.tribunnews.com (2017/11/01).

Ia merasa Islam memberikan dirinya ketentraman. Setelah dirinya yakin terhadap Agama Islam, Rebecca kemudian memantapkan diri untuk menjadi muallaf. Rebecca pun resmi masuk Islam dua hari sebelum lebaran.

Referensi pihak ketiga

"Saya mualaf pas dua hari sebelum Lebaran. Setelah Lebaran saya merasa yakin, Islam bisa memberi ketenteraman. Makanya saya mantap jadi muslimah," lanjutnya.

Rebecca juga membeberkan kalau dirinya semakin tertarik dengan Islam ketika dirinya melihat acara Rohani yang ditayangkan di TV sebelum buka puasa. Setiap ada Alquran yang dilantunkan, Rebecca merasa tenang dan jiwanya seolah bergetar.

Rebecca pun menegaskan kalau dirinya masuk Islam memang benar-benar dari hati. Ya, sebab ia menemukan kekhusyukan di dalam Islam. "Saya masuk Islam benar-benar dari hati. Saya jadi lebih khusyuk Islamnya," pungkasnya.

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News