Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar menunjukkan uang koin yang ditemukan di lokasi penemuan batu mirip arca berbentuk kepala manusia di ladang jagung, Senin (2/9/2019). (Surya.co.id)

Bermula dari penemuan batu yang sangat kuno diduga berasal dari jaman purbakala, lalu ditemukan koin bertuliskan tahunnya yang ditemukan di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar pada hari Senin, 2 September kemarin.

Seperti dilansir dari batutimes.com (2/9/2019) seorang petani jagung bernama Toiran (59), warga Kelurahan Gedog yang menemukan benda-benda purbakala saat menggarap ladang jagungnya. Pertama yang ditemukan Tairan sebuah batu yang teronggok di ladang jagungnya, dia hanya mengira batu itu hanya batu biasa. Namun setelah dicermati batu itu ternyata mirip sebuah arca dengan bentuk kepala manusia.

Petugas kemananan melihat lokasi temuan batu diduga arca berkepala manusia di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, Minggu 1 September 2019. (jatimnet.com)

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar bersama Polres Blitar Kota yang mendapat laporan langsung turun ke lokasi penemuan batu mirip arca berbentuk kepala manusia tersebut.

Ketika memeriksa disekitar teronggoknya batu arca, petugas kembali menemukan benda-benda yang diduga dari jaman purbakala. Sejumlah benda yang ditemukan diantaranya, uang koin, batu berbentuk kepala naga, dan batu-batu yang tersusun mirip dengan pondasi bangunan.

"Kami juga menemukan satu uang koin di lokasi. Uang koin itu ada tulisan angka 1866 dan tulisan aksara Jawa kuno," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, dikutip dari batutimes.com (2/9/2019).

Batu yang diduga berasal dari jaman purbakala ditemukan di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar (Foto : BlitarTIMES.com)

Penemuan uang koin dan batu berbentuk arca dan kepala naga itu lau diamankan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk dibuat laporan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Trowulan, Mojokerto.

"Kami segera buat laporan untuk diajukan ke BPCB. Kami menunggu BPCB ke lokasi untuk meneliti temuan beberapa benda itu," ujarnya.

Temuan lainnya berupa batu bata yang terstruktur mirip bangunan pondasi semakin meluas. Kemudian Polisi memasang garis polisi di titik itu agar tak dimasuki warga. Batu bata yang ditemukan berbentuk persegi panjang berukuran panjang 31 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 5 cm.

"Ada titik di lokasi yang kami pasang garis polisi. Kemarin dua titik dan hari ini ada satu titik yang dipasang garis polisi," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar saat mengecek lokasi.

Polisi juga menghimbau masyarakat agar tidak masuk di lokasi yang dipasang garis polisi sambil menunggu petugas dari BPCB untuk meneliti benda-benda yang ditemukan itu termasuk benda purbakala atau bukan.**

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News