Referensi pihak ketiga

Pemilik mayoritas saham Persija Jakarta sekaligus Plt Ketum PSSI, Joko Driyono resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Ia dinyatakan terbukti bersalah karena ikut andil dalam kasus perusakan barang bukti pengaturan skor.

Seusai Jokdri menyandang status tersangka, banyak berita yang beredar menyatakan bahwa ia terbukti melakukan pengaturan skor. Namun faktanya ia terkena kasus pengerusakan barang bukti bukan pengaturan skor. Hal inilah yang membuat anggota Exco PSSI ini merasa harus angkat suara.

Referensi pihak ketiga
“Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, Memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) oleh penguasan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Gusti Randa, dikutip dari Tribun Jakarta.
“Jadi sekali lagi bukan terkait pengaturan skor dan tidak terkait dengan PSSI. Tetapi, lebih kepada pelanggaran pasal-pasal tersebut,” tegas Gusti Randa

Sindiran Wakil Satgas Antimafia Bola Untuk Gusti Randa?

Referensi pihak ketiga

Wakil Satgas Antimafia Bola, Krishna Murti terus update seputar penangkapan Jokdri. Melalui Instagram pribadinya, Krishna ikut menyindir salah seorang pengurus PSSI. Namun ia tak menyebut nama, siapa yang ia sindir.

"Tersangka pengaturan Skor tercyduk.." tulis Krishna.
"Kamu jangan GR deh, mendingan fokus benahin PSSI. Bukan fokus ngelas ngeles utk si boss spt bajay. Kalau gak bisa benahin ya mundur aja. Daripada dibayar dg uang federasi yg awut2an pembukuannya. .
Makin banyak omong, makin ketauan boroknya nanti.
Pilihannya cuma:
1. benahin PSSI,
2. Jalankan segera Liga yg fair, kami haus tontonan
3. Benahin kualitas wasit dan perangkat pertandingan..
4. Jauhkan PSSI dari kepentingan klub tertentu
5. Hindarkan mafia judi LN masuk ke lingkungan Sepakbola..
6. Bentuk Tim Nasional yg hebat dari hasil kompetisi sehat..
7. Tatakelola keuangan yg transparan..
8. Bikin sehat seluruh klub2 di Indonesia..
9. Hidupkan Liga daerah tingkat kota dan Profinsi..
10. Lakukan reformasi total di Federasi bersama para voter yg sehat..
11. Jangan libatkan orang kotor dalam Federasi..
12. Jangan bikin Federasi jadi ladang, sumur, sawah mu utk cari tempat serakah serakahan memperkaya diri sendiri dan orang lain..
13. Jauhkan SEPAKBOLA DARI POLITIK.." lanjutnya.
Lantas Krishna menyebut agar salah satu orang PSSI yang ia sindir itu untuk jangan hanya kebanyakan ngeles.
"Jangan GR dan ngeles Aja lu.. Emangnya PSSI CUMA PUNYA KAMU SAMA MBAH MOYANGMU..?? Saya yakin satgas bersama seluruh rakyat Indonesia adalah pendukung Timnas. Jangan GR, APELO APELO..??" Tulisnya dikutip dari akun Instagram @krishnamurti_bd91.
Referensi pihak ketiga

Sontak saja netizen bereaksi dan menduga - duga, siapa orang PSSI yang disindir Krishna. Ada yang menyebut Krishna sedang menyindir Gusti Randa yang belakangan membela Jokdri soal tududahan kasus yang melibatkannya.

Apalagi Krishna seolah memberi tanda dengan menulis huruf kapital kata GR di captions Instagramnya itu.

"GR = Gusti Randa?" Tulis akun @sp**y_store bertanya pada Krishna Murti.
"Inisial yah pa (GR : Gusti randa ) @krishnamurti_bd91," tanya akun @robie***ayel09.

Memberi kode semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh Krishna Murti. Yang terbaru saat ia tiba - tiba mengunggah foto Joko Driyono di akun Instagram-nya, sebelum pria asal Ngawi itu ditetapkan sebagai tersangka.

Kalau menurut kalian bagaimana, akankah sindiran kali ini juga merupakan sebuah kode dari Krishna Murti?

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News