SudutUpdate- Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI berharap bantuan FIFA, untuk mengatasi kemelut sepak bola tanah air akibat mencuatnya masalah praktik pengaturan skor.

Terlebih, saat ini Satgas Antimafia Bola hasil bentukan kepolisian, sudah menyeret dua petinggi PSSI, yakni anggota Exco PSSI Johar Lin Eng dan anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Satgas Antimafia Bola seret petinggi PSSI (inews.id)

Dilansir dari Jpnn.com (3/1/2019), selain dua petinggi itu, anggota Exco PSSI lainnya, Hidayat memilih mundur karena masalah kasus pengaturan pertandingan.

”Saya belum tahu teknisnya (bantuan FIFA), mungkin bisa supervisi atau gimana nantinya,” ungkap Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin.

Sementara itu, Gusti Randa selaku anggota Exco PSSI mengaku bahwa pihaknya saat ini masih menunggu kepastian dukungan dari FIFA. Tetapi diluar itu, ia mengaku jika PSSI juga sudah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi masalah kisruh yang terjadi.

Logo FIFA (indosport.com)

”Untuk dukungan FIFA, kami juga masih menunggu kepastian. Yang jelas kami akan putuskan status Exco PSSI, yang sedang terbelit masalah secepatnya,” pungkas Gusti Randa.

Sedangkan Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali sendiri mengkritisi lambannya PSSI bergerak mencegah praktik kotor tersebut di sepak bola Indonesia.

Anggota Exco PSSI, Gusti Randa (CNNIndonesia.com)

Sejatinya, FIFA sudah sejak 2005 menerapkan Early Warning System (EWS) untuk mengidentifikasi manipulasi pertandingan. Bahkan, pada 2012 silam telah dibentuk FIFA Integrity Initiative.

”FIFA menyatakan zero tolerence terhadap match fixing. AFC sudah membuat aplikasi pengaduan match fixing sejak tahun lalu. Artinya, PSSI bergerak lamban memahami kebijakan ini semua,” katanya. (*)

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News