Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka hoaks surat suara yang ternyata adalah relawan capres Prabowo Subianto. Akan tetapi, Fadli Zon membantah tersangka berkaitan dengan pihaknya. Hanya saja, jawaban Romahurmuziy atau Rommy mementahkan anggapan Fadli.

Awalnya, pihak Kepolisian seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com (10/01/2019) membeberkan modus operandi yang dilakukan Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden, Bagus Bawana Putra (BBP) dalam membuat dan menyebarkan hoaks kabar tujuh kontainer berisi surat suara Pemilu 2019 sudah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tersangka relawan Prabowo. Sumber foto: Kompas.com

Menurut Siber Bareskrim Polri, BBP mengawali aksinya dengan merekam suaranya. BBP pun mengunggah ke akun Twitter-nya. Setelah itu, BBP melempar ke sejumlah akun media sosial, seperti grup di aplikasi percakapan WhatsApp.

Akan tetapi, Waketum Gerindra Fadli Zon seperti yang dilansir dari laman Kompas.com (10/01/2019) membantah bahwa BBP punya kaitan terhadap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi maupun partai pendukungnya.

Fadli Zon. Sumber foto: Kompas.com

Menurut Fadli, informasi yang beredar bahwa BBP merupakan Ketua Umum Kornas Prabowo Presiden, itu tidak benar. Sehingga dia meminta polisi untuk mencari informasi akurat. Dia tidak ingin polisi kemudian menarget kubu Prabowo-Sandi sebagai dalang di balik hoaks tersebut.

Hanya saja, Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Romahurmuziy atau Rommy seperti yang dilansir dari laman Detik.com (10/01/2019) menyebut pelaku hoaks selama ini terbukti memang berada di lingkaran relawan Prabowo.

Rommy. Sumber foto: Kompas.com

Menurut Rommy, para elite seharusnya bisa mengarahkan anak buah maupun relawannya agar menjauhi hoaks hingga ujaran kebencian. Apakah itu sepengetahuan instruksi atau memang inisiatif dan gagasan sendiri mereka, itu lain soal. Prinsipnya elite harus bertanggungjawab.

Dengan jawaban Rommy itu, maka Fadli Zon bisa jadi akan terbungkam bila dimintai kembali penjelasannya. Bagaimana menurut Anda sendiri? Tolong berikan komentar Anda, Terima Kasih!

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News