Referensi pihak ketiga

Menurut kepercayaan, Jenglot adalah makhluk yang dianggap memiliki energi mistis yang besar. Anggapan itu sangat wajar jika dilihat dari bentuk dan misteri kemunculannya. Namun bagaimana jadinya jika Jenglot tersebut diteliti lebih dalam secara ilmiah?

Dalam hal ini, ternyata Jenglot memang sudah pernah diteliti secara ilmiah oleh beberapa ahli. Dari hasil penelitian itu, akhirnya terungkaplah beberapa fakta seperti berikut ini:

1. Hasil tes DNA

Referensi pihak ketiga

Seorang peneliti UI yang bernama Djaja Surya Atmaja mendapatkan kesempatan untuk meneliti Jenglot. Dalam penelitiannya itu, dia mencoba memeriksa DNA yang ada pada Jenglot tersebut. Ternyata, hasil penelitian itu menunjukkan jika kulit Jenglot memiliki karakteristik DNA manusia.

Walaupun hasilnya seperti itu, dia masih belum bisa memastikan bahwa Jenglot adalah manusia. Pasalnya, bisa saja sampel yang digunakan untuk penelitian sudah terkontaminasi atau pernah dioleskan darah manusia sebelumnya.

2. Struktur tulang

Referensi pihak ketiga

Penelitian struktur tulang Jenglot pun juga pernah dilakukan melalui Rontgent oleh Budi Sampurna DSF di bagian Forensik RSCM. Penelitian itu disaksikan oleh puluhan Wartawan, Paramedis dan Mahasiswa praktik. Dalam hasil Rontgent tersebut terungkap bahwa struktur tubuh Jenglot hanya berupa penyangga dari kepala hingga badan, yang artinya Jenglot tidak memiliki tulang. Selain itu, dalam tubuh Jenglot juga tidak ditemukan jaringan kuku. Hasil penelitian ini tentu membantah anggapan bahwa Jenglot adalah jelmaan manusia karena Jenglot tidak memiliki tulang layaknya manusia pada umumnya.

3. Apakah Jenglot hidup?

Referensi pihak ketiga

Banyak orang yang percaya jika sebenarnya Jenglot itu hidup. Menurut Paranormal, Jenglot adalah jelmaan dari orang sakti atau petapa yang hidup ribuan tahun yang lalu. Namun jika sesuai dengan penelitian ilmiah, Jenglot tidak memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai makhluk hidup. Pasalnya, makhluk hidup itu perlu makan, bernapas dan lain sebagainya. Selain itu, dalam tubuh makhluk hidup tentu ada jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Sedangkan Jenglot tidak mempunyai itu semua.

(www.tribunnews.com)

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News