Referensi pihak ketiga

Sepertinya Jokdri mulai berani memberikan kebenaran soal kasus yang menjeratnya saat ini, sebab Joko Driyono yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSSI itu benar-benar dihadapkan pada permasalahan yang super besar.

Selain pengaturan skor dia juga terlibat kasus dalang perusakan barang bukti, alhasil Jokdri pun saat ini benar-benar dalam situasi sulit. Maka, setelah diperiksa berjam-jam lamanya oleh Satgas dia mau memberikan keterangannya kepada khalayak banyak.

Seperti dikutip dari Goal (19/2/2019) Joko Driyono akhirnya mengakui menyuruh orang untuk merusak barang bukti di eks Kantor PT Liga Indonesia.

Adapun orang suruhan Jokdri itu adalah tiga orang ini, padahal sebenarnya tempat sudah diberi garis Police line yang artinya tempat sudah semestinya steril dari orang-orang luar. Namun, pelaku yang merupakan orang-orang suruhan Jokdri ini nekad merusak barang bukti guna mengamankan soal kebenaran siapa dan bagaimana motif dibalik pengaturan skor ini terjadi.

Referensi pihak ketiga

Adapun ketiga orang yang disebut Jokdri itu adalah Mardani Morgot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur. Setelah mendengar pernyataan seperti ini sudah tentu posisi Jokdri tidak akan aman karena dia berada di dalam ambang-ambang jeratan pasal yang lebih berat.

Mulai dari pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan, pasal 233 KUHP perusakan barang bukti, Pasal 235 terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana.

Luar biasa memang pasal-pasal yang siap membuat Jokdri merasakan dampak dari perbuatannya itu.

This article is non-journalistic content copyrighted by the We-Media author and do not reflect the views of UC News